Divif 2 Kostrad
Pangdivif 2 Kostrad Turut Hadir Dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024 Di Gedung Negara Grahadi Surabaya
Pendiv2 – Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Anton Yuliantoro, S.I.P., M.Tr.(Han)., Turut Hadir Dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024 yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Pj. Gubernur Jawa Timur Bapak Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P. Senin (20/05/2024).
Upacara tersebut turut dihadiri oleh sekitar 1.000 orang tamu undangan yang diantaranya Staf Ahli Menkominfo Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya, Kaskogartap III/Sby, Kasdam V/Brw, Danpuskopaska, Karumkit RSPAL, Danlantamal V, Dirjianbang Kodiklatal, Wadan Puspenerbal, Ka Binda Jatim, Seklem AAL, Wakil Ketua DPRD Prov. Jatim.
Sementara ditempat lain, Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad Brigadir Jenderal TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., memimpin jalannya upacara peringatan ke-116 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), yang dilaksanakan di Lapangan Penegak Sapta Marga Madivif 2 Kostrad, Singosari, Kab. Malang, Jawa Timur. Kegiatan upacara tersebut turut dihadiri oleh Irdivif 2 Kostrad, Asren Divif 2 Kostrad, para Irut It Divif 2 Kostrad, para Asisten dan Wakil Asisten Kasdivif 2 Kostrad, para perwira staf Divif 2 Kostrad, para Dansatjar Divif 2 Kostrad Wilayah Malang Raya dan para satuan jajaran Wilayah Malang Raya.
Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang dibacakan oleh Pj. Gubernur Jawa Timur Bapak Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P., beliau menyampaikan, “Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024 kali ini mengusung tema Bangkit Menuju Indonesia Emas”.
“Hari ini kita dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi lebih daripada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia. Hari-hari ini hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua”.
“Pada tanggal 20 Mei 1908, lahir organisasi Budi Utomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari berdirinya Budi Utomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini”, tuturnya.
“Selain itu, Sebelum Budi Utomo, ada Kartini, perempuan dari kota kecil Jepara, yang mengawali lahirnya gagasan kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, keadilan, persaudaraan dan kemajuan, melalui tulisan-tulisannya yang tersebar ke penjuru dunia. Dialah yang menggodok aspirasi-aspirasi kemajuan di Indonesia untuk pertama kali muncul sejak lebih dari seabad lalu. Di tangannya kemajuan itu dirumuskan, diperinci, dan diperjuangkan, untuk kemudian menjadi milik seluruh bangsa Indonesia”.
“Ia telah memberikan inspirasi penting bagi sumbu-sumbu kecil, yakni para kaum muda “embrio bangsa”, yang perlahan menyala berkobar yang kemudian kita kenal sebagai pergerakan kebangkitan nasional.Embrio Indonesia lahir dari kemajuan modern dan pencerahan, dari kaum muda berpendidikan yang tidak kehilangan identitas ke-Indonesiaannya. Embrio Indonesia lahir dari keragaman pikiran para “kaum muda” sebagai “embrio bangsa”. Di tangan kaum muda terdidik inilah cita-cita kemerdekaan dan kebebasan dirumuskan dan diperjuangkan”, sambungnya.
Disisi lain, “Kebangkitan nasional adalah penanda lahirnya zaman baru. Pencetus cara berpikir baru. Semangat kebangkitan nasional merumuskan kemerdekaan sebagai wahana memperjuangkan kedaulatan dan kemuliaan manusia. Apa yang digagas Budi Utomo, Kartini dan para embrio bangsa, kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai “jembatan emas”. Kemerdekaan dibayangkan Bung Karno sebagai sebuah jembatan emas yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri. Bung Karno juga menekankan bahwa di ujung jembatan emas akan selalu ada kemungkinan yang dapat membawa Indonesia menuju kebaikan ataupun sebaliknya, yang dalam bahasa Bung Karno “bahagia bersama atau menangis bersama”, pungkasnya.